Latest News
Tampilkan postingan dengan label kecelakaan kereta api. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kecelakaan kereta api. Tampilkan semua postingan

LAGI !! KECELAKAAN KERETA API DI SUMATERA SELATAN

Posted by Mixed Fresh Info Minggu, 19 Februari 2012, under , | 0 komentar
Kecelakaan maut terjadi di Simpang Empat Air Rimau, Kecamatan Rambang Dangku, Kabupaten Muaarenim, Sumatera Selatan. Dua Kereta Api Babaranjang bertabrakan, empat orang tewas dipastikan tewas. Seluruh korban adalah kru kedua kereta. PT KAI Divre III melansir ke-4 korban tewas adalah Jaswir (Masinis), Ranggi (Asisten Masinis), Sunaidi (Masinis) dan Sajidin (Asisten Masinis).

Kecelakaan itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 05.30 pagi tadi. Kereta Api Babaranjang BBR 36 yang disewa PT Batubara Bukitasam berangkat dari Stasiun Kecil Penimur dalam keadaan kosong, dikemudikan Jaswir dan Ranggi. Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan, Kereta Api Babaranjang Suka Cinta II yang berisi dari Stasiun Kecil Niru yang disewa PT Bara Alam Utama (BAU), meluncur. Untuk mengetahui penyebab kecelakaan, PT KAI tengah melakukan investigasi.

KECELAKAAN KERETA API BANJAR

Posted by Mixed Fresh Info Jumat, 28 Januari 2011, under , | 0 komentar
Kecelakaan kereta api kembali merenggut korban jiwa setelah terjadinya tabrakan antara kereta Api Mutiara Selatan dengan Kereta Api Kutojaya. Kecelakaan kereta api bukan kali ini saja yang terjadi. Dalam tahun 2010 saja telah terjadi kecelakaan kereta api sebanyak 107 kali dengan korban jiwa mencapai puluhan orang.

Mengenai korban kecelakaan kereta api kali ini, pemerintah dalam hal ini Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih menyatakan seluruh biaya perawatan korban tabrakan Kereta Api Mutiara Selatan dan Kereta Api Kutojaya digratiskan. Biaya perawatan itu, sudah masuk dalam program pelayanan kesehatan siap tanggap dari Kementerian Kesehatan, termasuk menggunakan program Jamkesmas. Bahkan untuk membantu tim medis di RSUD Banjar, pihak Dinas Kesehatan nya telah menerjunkan enam dokter ahli dari RSUD Hasan Sadikin, Bandung.

Soal korban meninggal, Menkes menyatakan ahli warisnya akan mendapatkan tunjangan, yang ditangani langsung oleh Jasaraharja. Sementara itu, Humas Daop V Purwokerto Surono mengatakan, penyebab tabrakan kereta diduga karena kesalahan manusia. Sebab, tidak ada yang salah dengan persinyalan. Bahkan, ketika KA Kutojaya berhenti, sinyal jelas menunjukkan di jalur ini tengah berhenti KA Kutojaya. Hingga kini, masinis kedua kereta masih diperiksa polisi. Dalam kecelakaan ini, lima orang meninggal dan belasan lainnya luka berat. Mungkin kini saatnya kita jangan mencari "kambing hitam" buat bertanggung jawab tapi bagaimana caranya mencegah agar peristiwa kecelakaan transportasi tidak terjadi lagi.

INI SALAH SIAPA?

Posted by Mixed Fresh Info Rabu, 06 Oktober 2010, under , | 5 komentar
Transportasi umum yang nyaman, murah sangat dinantikan kehadirannya oleh semua pihak. Apalagi masyarakat kota-kota besar yang sangat bosan dengan kemacetan yang terjadi hampir tiap harinya. Misal pemerintah daerah Jakarta beberapa tahun lalu menyediakan jalur khusus untuk bus transjakarta atau busway agar kemacetan di ibukota bisa berkurang tetapi kenyataan yang terjadi malahan sebaliknya. Jalur yang khusus untuk dilalui oleh bus transjakarta dilalui oleh kendaraan pribadi untuk menghindari kemacetan yang akhirnya menyebabkan kemacetan semakin bertambah parah.

Hal ini diperparahnya semakin sering berita tentang kecelakaan sarana transportasi kita dengar beritanya di televisi atau media cetak mulai dari kecelakaan bus, tenggelamnya kapal atau perahu, kecelakaan pesawat terbang dan kecelakaan kereta api. Seperti yang terjadi beberapa hari yang lalu dimana terjadi kecelakaan tabrakan antara kereta api Argo Anggrek jurusan Jakarta-Surabaya dengan Kereta Api Senja Utama jurusan Jakarta-Semarang yang menewaskan belasan orang dan melukai puluhan orang lainnya. Apa ada yang salah dengan sarana transportasi umum di negara kita sehingga kecelakaan sering kali terjadi? Siapa orang yang harus bertanggung jawab jika kecelakaan itu terjadi? Apakah pengemudi, nakhkoda, pilot, masinis yang harus bertanggung jawab? Sepertinya itu perlu menjadi perhatian semua pihak, jangan sampai orang-orang kecil yang selalu menjadi kambing hitam dari sebuah kecelakaan sedangkan para atasannya hanya mendapat sanksi mutasi atau penundaan kenaikan pangkat. Tadi pagi aku melihat tayangan kehidupan seorang masinis sungguh sederhana dimana untuk mencukupi kehidupan sehari-harinya agar anaknya bisa sekolah ia rela menjadi seorang tukang jamu, tukang listrik atau bahkan tukang pijat agar mendapat uang tambahan. Alangkah baiknya gaji yang diberikan untuk masinis, nakhkoda atau pilot disesuaikan dengan tanggung jawab yang akan dipikulnya.