Perusahaan antivirus, Kaspersky merilis temuannya tentang email spam yang berisi malware. Modus yang digunakan adaah dengan menggunakan kata "diskon" dan "kupon" sebagai subjek emailnya untuk menarik perhatian korban. Apalagi disaat hari Valentine ini calon korban dikirimi email spam spam Valentine dengan menggunakan diskon yang bisa diperoleh lewat layanan kupon, Groupon sebagai "Kado Spesial Valentine".
Berikut tiga langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegah terkena phising atau pencurian informasi dari kupon diskon :
Para penjahat kriminal ini memalsukan kode QR asli yang dikeluarkan oleh perusahaan atau organisasi, dengan kode buatan mereka. Kode palsu ini kemudian diletakkan menutupi kode yang asli. Laporan kuarter empat 2011 dari AVG Australia dan Selandia Baru, misalnya, menemukan bahwa penjahat cyber memproduksi kode QR yang mengandung malware yang disebut "JimmRussia". Malware ini dapat mengirimkan SMS premium yang memotong pulsa pengguna dan dapat mengarahkan korbannya untuk mengunduh malware. Pengguna ponsel tidak akan tahu apa yang ada di balik kode QR sampai malware tertanam dan bekerja.
Berikut tiga langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegah terkena phising atau pencurian informasi dari kupon diskon :
- Jangan membuka email dari layanan kupon yang tidak diikuti. Ini akan menghindarkan kita dari serangan phising atau email berisi kode jahat. Selain itu, apabila email spammer hanya berupa penawaran iklan biasa, maka dengan tidak membuka email itu berarti kita mengurangi respon dan membuat spammer rugi.
- Jangan turuti jika email dari layanan kupon yang diikuti meminta kita untuk memverifikasi akun melalui suatu link atau meminta teman login dan mengisi password. Perlu diketahui perusahaan besar tidak akan pernah meminta kita untuk mengirim login dan password melalui email. Permintaan semacam ini patut diduga sebagai usaha untuk mencuri akunmu.
- Jika mendapatkan pesan dari sebuah perusahaan besar bahwa teman mendapatkan kupon, sedangkan kita tidak pernah memesan apapun, sebaiknya tidak membuka pesan tersebut. Lebih penting lagi, jangan mengunduh apa pun dari email tersebut.
Para penjahat kriminal ini memalsukan kode QR asli yang dikeluarkan oleh perusahaan atau organisasi, dengan kode buatan mereka. Kode palsu ini kemudian diletakkan menutupi kode yang asli. Laporan kuarter empat 2011 dari AVG Australia dan Selandia Baru, misalnya, menemukan bahwa penjahat cyber memproduksi kode QR yang mengandung malware yang disebut "JimmRussia". Malware ini dapat mengirimkan SMS premium yang memotong pulsa pengguna dan dapat mengarahkan korbannya untuk mengunduh malware. Pengguna ponsel tidak akan tahu apa yang ada di balik kode QR sampai malware tertanam dan bekerja.

