Latest News
Tampilkan postingan dengan label serangan teroris. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label serangan teroris. Tampilkan semua postingan

ALIRAN DANA TERORIS

Posted by Mixed Fresh Info Kamis, 19 Agustus 2010, under , , | 7 komentar
Indonesia pertama kali dihebohkan oleh serangan teroris yang menghancurkan obyek wisata di Legian Kuta tahun 2002 yang lalu. Pada waktu itu, ratusan wisatawan mancanegara menjadi korban jiwa dan ratusan pula yang mengalami cedera bahkan ada yang kehilangan anggota tubuhnya untuk selamanya akibat ledakan bom mobil yang dahsyat tersebut. Bukan itu saja bom yang meledak di Indonesia, masih banyak lagi ledakan yang terjadi seperti bom yang menimpa Kedubes Australia, ledakan bom JW Marriot, Bom Bali II dan masih banyak lagi. Sejumlah teroris telah berhasil dilumpuhkan oleh pihak kepolisian tapi beberapa diantaranya hingga saat ini masih buron.

Ini dibuktikan masih ada orang yang disangka teroris yang tertangkap lengkap dengan barang bukti berupa senjata api berbagai jenis lengkap dengan amunisinya dan bahan peledak. Bahkan pada penggerebekan beberapa waktu lalu ditemukan sasaran teroris akan dilakukan tepat pada waktu perayaan HUT RI ke - 65 dengan menggunakan bom mobil. Untuk melakukan aksinya teroris ini mencari dana untuk membiayai biaya pembelian bahan peledak dan perakitan bom. Tetapi aliran dana dari teroris sedikit demi sedikit telah dibongkar oleh pihak kepolisian. Apakah aliran dana teroris berasal dari hasil kejahatan seperti perampokan toko emas yang juga semakin marak terjadi belakangan ini? Seperti yang terjadi pada kasus perampokan toko emas di Pasar Bukit Duri, Jakarta Selatan, Depok, dan Bekasi yang diduga kuat saling terkait dan berafiliasi dengan kelompok teroris (kompas). Seperti yang terjadi sebelumnya dimana peledakan bom terjadi setelah sebelumnya terjadi perampokan toko emas. Semoga saja pihak kepolisian lebih dulu menangkap pelaku perampokan tersebut dan mengusut tuntas siapa saja oknum yang terlibat sehingga tidak ada lagi peledakan bom yang menimpa negara kita.