Kegiatan belajar mengajar di sekolah dimulai hari ini. Biasanya ketika pertama kali masuk sekolah terasa ada sesuatu yang baru terlebih lagi bagi murid baru atau anak-anak kecil yang sekolah untuk pertama kalinya. Beberapa orang tua malahan sampai harus mengambil cuti hanya sekedar untuk menemani anak kesayangannya sekolah untuk pertama kalinya. Banyak kejadian lucu yang bisa dilihat pada Taman Kanak-kanak (TK) maupun sekolah dasar. Ada beberapa anak yang diantaranya masih malu, takut karena suasana sekolah yang merupakan lingkungan baru buat dirinya. Dan akibatnya para ibu-ibu terpaksa ikut masuk ke dalam kelas agar anaknya mau duduk diam di kelas. Kebetulan pihak sekolah memberikan kelonggaran bagi para murid kelas satu atau murid taman kanak-kanak untuk ditemani orang tuanya selama 1 minggu biar mempercepat proses adaptasi dengan lingkungan.
Selain itu beberapa murid juga masuk sekolah dengan suasana hati yang senang karena menggunakan sepatu baru, baju baru, tas baru atau segala perlengkapan sekolah lainnya yang baru. Tapi semua itu akan berjalan seperti semula seiring berjalannya waktu. Namun tidak demikian dengan mereka yang baru menginjakkan kaki di sekolah yang lebih tinggi seperti Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau Sekolah Menengah Atas (SMA). Para murid baru ini harus menjalani proses pengenalan sekolah yang biasa dikenal dengan nama "Masa Orientasi Sekolah atau MOS". Seperti namanya MOS diperuntukkan buat siswa baru agar lebih mengenal sekolahnya sendiri dan lebih membuat mental siswa bisa kuat. Jangan sampai ketika masuk sekolah dengan jenjang yang lebih tinggi mental siswa malahan masih seperti anak kecil yang harus ditunggu orang tuanya. Dalam MOS ini para siswa baru dituntut untuk menggunakan atribut-atribut yang aneh seperti membawa dot bayi, sikat gigi digantung di leher, menggunakan tas plastik sebagai tas sekolah dan sebagainya. Tapi hendaknya semuanya itu dijalankan asalkan tidak ada lagi yang namanya kekerasan dalam MOS. Jika harus memberikan hukuman hendaknya dengan cara-cara yang lebih mendidik bukannya dengan melakukan pemukulan. Sebab dengan cara itulah budaya kekerasan dalam Masa Orientasi Sekolah bisa dihilangkan.
Selain itu beberapa murid juga masuk sekolah dengan suasana hati yang senang karena menggunakan sepatu baru, baju baru, tas baru atau segala perlengkapan sekolah lainnya yang baru. Tapi semua itu akan berjalan seperti semula seiring berjalannya waktu. Namun tidak demikian dengan mereka yang baru menginjakkan kaki di sekolah yang lebih tinggi seperti Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau Sekolah Menengah Atas (SMA). Para murid baru ini harus menjalani proses pengenalan sekolah yang biasa dikenal dengan nama "Masa Orientasi Sekolah atau MOS". Seperti namanya MOS diperuntukkan buat siswa baru agar lebih mengenal sekolahnya sendiri dan lebih membuat mental siswa bisa kuat. Jangan sampai ketika masuk sekolah dengan jenjang yang lebih tinggi mental siswa malahan masih seperti anak kecil yang harus ditunggu orang tuanya. Dalam MOS ini para siswa baru dituntut untuk menggunakan atribut-atribut yang aneh seperti membawa dot bayi, sikat gigi digantung di leher, menggunakan tas plastik sebagai tas sekolah dan sebagainya. Tapi hendaknya semuanya itu dijalankan asalkan tidak ada lagi yang namanya kekerasan dalam MOS. Jika harus memberikan hukuman hendaknya dengan cara-cara yang lebih mendidik bukannya dengan melakukan pemukulan. Sebab dengan cara itulah budaya kekerasan dalam Masa Orientasi Sekolah bisa dihilangkan.

