Kemarin bangsa kita merayakan HUT Republik Indonesia yang ke -65 tahun. Perayaan yang dilaksanakan di beberapa daerah cukup meriah, walaupun ada beberapa kejadian yang tidak disengaja mewarnai upacara bendera. Seperti tahun-tahun sebelumnya warga negara Indonesia merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia dengan melakukan upacara bendera. Ada yang merayakannya di lapangan gubernur, sekolah, instansi pemerintahan, pusat perbelanjaan dan sebagainya. Bahkan ada yang melaksanakan upacara bendera di bawah laut atau di Puncak gunung. Memang sih upacara bendera di bawah laut bukan yang pertama kali dilaksanakan, tapi ada satu hal yang menurutku istimewa pada upacara bawah laut kemarin.
Lokasi upacara pengibaran bendera merah putih bawah laut tersebut dilakukan di Bali dimana pesertanya merupakan para penyandang cacat sebanyak 11 orang. Aku sungguh terharu melihat bagaimana mereka yang memiliki keterbatasan tubuh rela untuk melakukan upacara bendera di bawah laut. Mereka ini walaupun cacat tubuhnya tetapi rasa nasionalismenya tidak perlu diragukan lagi dan mereka dalam kehidupan sehari-hari juga merupakan sosok yang mandiri. Acara upacara bendera diakhiri dengan mencium bendera merah putih di bawah laut oleh semua peserta upacara. Aku jadi ingat akan apa yang dilakukan oleh aktor senior Pong Harjatmo beberapa waktu lalu. Dimana ia menaiki tangga untuk mencapai kubah gedung DPR dan menulisnya dengan kata-kata "Jujur, Adil dan Tegas". Maksud dari tulisan itu adalah agar anggota dewan yang terhormat bisa kembali pada tugasnya yang merupakan utusan rakyat sehingga harus memiliki sikap jujur, adil dan tegas dalam setiap pengambilan keputusan. Selain itu, tulisan tersebut bisa menjadi pengingat buat semua orang akan semangat nasionalisme yang sudah mulai luntur. Semoga hal ini bisa dijadikan bahan renungan buat kita semua agar tetap menjaga semangat nasionalisme dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Lokasi upacara pengibaran bendera merah putih bawah laut tersebut dilakukan di Bali dimana pesertanya merupakan para penyandang cacat sebanyak 11 orang. Aku sungguh terharu melihat bagaimana mereka yang memiliki keterbatasan tubuh rela untuk melakukan upacara bendera di bawah laut. Mereka ini walaupun cacat tubuhnya tetapi rasa nasionalismenya tidak perlu diragukan lagi dan mereka dalam kehidupan sehari-hari juga merupakan sosok yang mandiri. Acara upacara bendera diakhiri dengan mencium bendera merah putih di bawah laut oleh semua peserta upacara. Aku jadi ingat akan apa yang dilakukan oleh aktor senior Pong Harjatmo beberapa waktu lalu. Dimana ia menaiki tangga untuk mencapai kubah gedung DPR dan menulisnya dengan kata-kata "Jujur, Adil dan Tegas". Maksud dari tulisan itu adalah agar anggota dewan yang terhormat bisa kembali pada tugasnya yang merupakan utusan rakyat sehingga harus memiliki sikap jujur, adil dan tegas dalam setiap pengambilan keputusan. Selain itu, tulisan tersebut bisa menjadi pengingat buat semua orang akan semangat nasionalisme yang sudah mulai luntur. Semoga hal ini bisa dijadikan bahan renungan buat kita semua agar tetap menjaga semangat nasionalisme dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

